Selasa, 02 Agustus 2016

Bagaimana Menjadi Guru Idola? Inilah Caranya



Tatkala ingatan selalu tertuju kepadanya, dan mulut obral memberi pujian untuknya, serta kesal manakala mendengar cemohan kepadanya, maka dialah yang disebut idola. Tentu tidak gampang menjadi idola seseorang apalagi banyak orang. Pastinya menjadi idola lebih sulit dibanding menjadi orang yang ditakuti. Idola dan pengidola keduanya berhulu pada satu titik, yakni hati.

Biasanya seorang yang punya tanggungjawab terhadap orang lain selalu berusaha “memikat hati” orang-orang yang berada “dibawahnya”. Hanya saja, biasanya berakhir pada titik yang kurang baik. Bukannya menjadi idola, tetapi justru menjadi “momok”. Sudah sepantasnya seorang pemimpin menjadi idola orang-orang yang dipimpinnya. Bawahan mengidolakan atasan, ketua menjadi idola anggotanya, komandan diidolakan oleh prajuritnya, guru menjadi idola siswanya dan lain sebagainya.

Sudah sepantasnya setiap guru menjadi idola dari siswanya. Sejatinya, guru harus berusaha keras menjadi idola bagi siswanya. Oleh karena itu, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan seorang guru untuk menjadi idola, antara lain:

Guru identik dengan orang pintar. Salah satu tujuan profesi guru adalah menelorkan siswa-siswa pintar. Oleh karena itu, guru terlebih dahulu harus pintar, bahkan lebih pintar dari masyarakat pada umumnya. Keyakinan siswa terhadap kepintaran gurunya akan membuat mereka suka, segan, dan hormat kepada gurunya tersebut. Untuk itu, seorang guru yang berusaha mengembangkan potensinya sehingga menjadi semakin pintar, maka semakin besar pula peluangnya dijadikan idola oleh siswanya. Sejatinya, guru juga identik dengan membaca. Meskipun akhir-akhir ini aktivitas membaca bagi guru sudah hampir terlupakan. Membaca adalah aktivitas wajib bagi guru dalam mengejawantahkan usahanya menjadi semakin pintar. Menjadi guru bukanlah pencapaian puncak seorang yang bersekolah untuk berprofesi sebagai guru. Menjadi guru adalah awal dari tanggungjawab mencerdaskan anak bangsa. Oleh karena itu, teruslah berusaha dan belajar agar tanggungjawab itu tidak mengalami kedaluwarsa. Betapa hebatnya seorang guru di mata siswa jika pertanyaan-pertanyaan siswa tersebut mendapat jawaban dari gurunya.

Ketekunan seorang guru dalam usaha menjadi semakin pintar, adalah termasuk bentuk teladan. Namun, dalam bagian ini teladan ditekankan pada prilaku dan sikap baik guru yang dapat ditaladani siswanya. Memang benar, guru juga manusia biasa, tetapi hal tersebut bukanlah menjadi alas an pembenar jika ada guru yang melakukan perbuatan yang tidak normatif.

Beberapa kasus yang diliput media tentang prilaku guru yang melanggar etika, tentu tidak sebanding dengan jumlah guru yang sangat besar. Sejatinya, jika pelanggaran itu dilakukan oleh orang awam (bukan guru) tentu terbilang hal biasa, namun lain ceritanya jika perbuatan itu dilakukan oleh seorang guru. Masyarakat masih member derajat yang tinggi kepada guru sehingga mereka akan sangat kecewa jika ada guru yang berbuat haal yang tida etis.

Guru yang berprilaku layaknya seorang yang patut digugu dan ditiru, akan menjadi teladan bagi siswanya. Meneladan seorang guru yang hampir tanpa cacat akan menjadikannya idola bagi siswa. Guru yang melakukan terlebih dahulu sebelum memerintahkan kepada siswanya. Bahkan, jika dengan hati prilaku teladan itu terbentuk, maka tanpa perintah sekalipun para siswa akan ikut seperti yang dilakukan gurunya.

Guru harus rindu pada suasana dimana dia menjadi idola siswanya. Guruku adalah idolaku, adalah ungkapan yang semestinya terucap oleh siswa. Bukan terucap oleh mulut yang utama, tetapi dari kalbu. Meski mulut mengatakan ‘tidak’, tetapi hati tak dapat menolaknya. Jika, guru telah mendapatkan pengakuan itu dari siswanya, maka hampir tak ada lagi hal yang sulit yang ditemui guru dalam proses interaksi antara dia dengan siswanya. Semoga para guru menjadi atau berusaha menjadi idola siswanya.


MENGAJAR DENGAN HATI


Fungsi dan tugas utama seorang guru sesungguhnya tidak sekedar mengajar anak didiknya. Tetapi lebih kepada mendidik, membina dan mengarahkan peserta didik guna terjadinya perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Mengajar bisa dikonotasikan dengan transfer ilmu dari guru kepada murid. Persoalan apakah murid mengerti atau tidak itu bukan urusan guru. Lebih daripada itu mendidik, membina dan mengarahkan peserta didik adalah makna dari mengajar yang sebenarnya terkandung dalam tugas seorang guru.

Dalam konteks sekolah dasar maka penanaman nilai-nilai kharakter, akhlaq, perilaku dalam diri seorang anak jauh lebih penting daripada pengetahuan-pengetahuan yang harus dimasukkan kedalam memori peserta didik. Sekolah dasar sebagaimana fungsinya adalah peletakan pondasi dan konsep pendidikan yang sesungguhnya, yaitu penanaman nilai dan perubahan perilaku.

Oleh sebab itu karena begitu pentingnya penanaman nilai,pembentukan kharakter peserta didik di sekolah dasar, maka tugas dan fungsi guru di sekolah dasar juga tentu agak sedikit lebih berat dari sekolah diatasnya seperti sekolah menengah pertama. Mengapa demikian? Karena tugas dan fungsi guru seperti dijelaskan diatas lebih kepada bagaimana menanamkan nilai-nilai kharakter, pembentukan pondasi akhlaq dan perilaku sebagai bagian penting bagi peserta didik nantinya untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Makanya, dalam hal ini, guru tidak saja cukup hanya dengan transfer ilmu. Namun jauh dari itu bagaimana menjadi teladan bagi peserta didiknya. Melakukan pengajaran dengan hati, bukan hanya dengan logika dan pikiran. Mengajar dengan hati lebih kepada bagaimana guru betul menghayati dan menjiwai nilai-nilai pendidikan itu sendiri dalam dirinya dan kemudian itu menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam kehidupannya. Keikhlasan seorang guru dalam mengajar juga menjadi hal yang sangat penting dalam proses pendidikan sekolah dasar.

Tentu saja ini tugas berat dan tantang bagi guru sekolah dasar, bahwa keteladanan, contoh nyata dalam diri seorang guru itu sendiri jauh lebih penting dan efektif dalam pengajaran dibandingkan seorang guru yang hanya berkoar-koar dalam menjelaskan nilai dan perilaku kepada anak. Apa yang disampaikan dari hati tentu saja akan diterima juga oleh hati, sebaliknya apa yang hanya sekedar diucapkan lisan hanya cukup untuk konsumsi telinga dan kemudian dilupakan.

Mengajar dengan hati sesungguhnya merupakan wujud dari keikhlasan dan keyakinan dalam diri sang guru bahwa apa yang mereka inginkan ada pada diri anak didiknya, terlebih dahulu sudah mereka lakukan dalam diri sang guru
tersebut. Inilah yang disebut dengan integritas. Ucapan dan tindakannya sama. Apa yang disampaikan itulah yang dilakukan dan apa yang dilakukan itu juga yang disampaikan.

Dalam hal ini, pembinaan kharakter dan akhlaq serta kepribadian guru sesungguhnya jauh lebih utama senantiasa harus ditingkatkan. Tidak cukup berbekal ilmu yang sudah didapatkan dibangku kuliah, tetapi harus terus menerus belajar dan mempelajari serta berusaha menjadi yang terbaik. Melaksanakan terlebih dahulu sesuatu yang akan disampaikan kepada anak akan jauh lebih efektif. Pesan agama juga mengajarkan bahwa Allah swt sangat benci dengan orang yang mengatakan sesuatu yang tidak dia kerjakan.

Bagaimana menciptakan guru yang mampu mengajar dengan hati? Jawaban pertanyaan ini tentu tidak gampang. Pertama faktor keikhlasan. Ikhlas dalam konteks ini berarti bahwa tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai seorang guru dianggap sebagai ibadah kepada Allah dan benar-benar murni dari dorongan hati nurani untuk sebuah pengabdian mewujudkan generasi bangsa yang lebih baik. Guru benar-benar meresapi dan menghayati profesinya sebagai seorang pendidik dengan sepenuh hati dan jiwanya. Hal ini akan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk bersungguh-sungguh berupaya memberikan yang terbaik bagi anak didiknya. Pekerjaan ini tidak dilaksanakan asal melepas tanggung jawab saja, tetapi sudah menjadi bagian dari hidup dan kehidupannya.

Kedua, melaksanakan profesinya secara professional. Ini berarti bahwa guru harus melaksanakan tugas dan kewajibannya secara baik dan benar. Pekerjaan dilaksanakan secara totalitas, terencana, terukur dan terevaluasi. Tidak setengah-setengah. Pekerjaan yang dilakukan dengan totalitas hasilnya tentu saja juga akan maksimal. Perencanaan meliputi persiapan mengajar seperti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, mengenal peserta didik dengan baik, persiapan mental guru dalam menghadapi anak dan mempelajari ilmu-ilmu yang menunjang terlaksananya tugas-tugas sebagai seorang guru. Pengenalan guru terhadap anak akan berimplikasi kepada kedekatan hubungan seorang guru dengan peserta didiknya. Jika kedekatan hubungan emosional sudah terbangun, maka proses transformasi nilai-nilai tentu akan lebih mudah. Tentu saja kedekatan hubungan emosional ini harus terukur dan sewajarnya sebatas hubungan guru dan murid sebagaimana kedekatan emosional orang tua dan anaknya.

Terakhir, Integritas seorang guru. Integrity is doing the right thing, even when no one is watching. Integritas lahir dari komitmen yang tinggi, kejujuran dan disiplin. Guru yang berintegritas memiliki pribadi yang jujur dan memiliki kharakter kuat, tidak mudah goyah dan terombang-ambing. Guru yang berintegritas tentu saja guru yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya secara professional sesuai dengan aturan yang berlaku. Teguh memegang prinsip yang dimilikinya.

Mudah-mudahan kita bisa menjadi guru yang mampu memberikan pengajaran dari hati kepada anak-anak didik kita. Aamiin.

Senin, 21 Desember 2015



KEGIATAN PERSAMI SDIT AMANAH 19 - 20 DESEMBER 2015

Rabu, 18 November 2015

Kunjungan ke YPAC Surakarta 2014-2015



Wisata Ruhani merupakan kegiatan rutin yang sering diadakan di sekolah dasar islam terpadu amanah. Setiap tahun pelajaran anak-anak siswa-siswi sekolah dasar islam terpadu amanah selalu mengadakan kegiatan ini. Dimana kegiatan ini wajib di ikuti anak-anak yang telah duduk di kelas 5.
Tujuan di adakan kegiatan ini adalah untuk memberi motivasi kepada anak-anak kelas 5 yang sebentar lagi mau naik ke kelas 6 agar bersemangat belajar untuk meraih cita-citanya.

Dengan demikian anak-anak mempunyai kepercayaan yang tinggi. Karena dengan membedakan anak-anak yang keterbelakangan mental. Maka semangat untuk meraih cita-citanya semakin tinggi.
Untuk tahun ini di rencanakan mau berkunjung ke YPAC di Kecamatan Cawas.

Rabu, 11 November 2015

Jadwal Kegiatan

Jum'at Sehat

 

Besok pagi pada tanggal 13 November 2015 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah akan mengadakan kegiatan Jum'at Sehat yang akan di pandu oleh Bapak/Ibu guru sebagai penanggungjawab kegiatan adalah Bapak Lantipto, S.Pd.I (Waka Kes) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Rencana kegiatan besok pagi senam dan jalan sehat.

Untuk senam akan di ikuti semua siswa-siswi dari kelas 1 sampai kelas 6 yang jumlahnya sekitar 160 siswa. Serta bapak/ibu guru juga akan mengikuti senam sehat. Setelah kegiatan senam selesai istirahat 10 menit untuk persiapan kegiatan jalan sehat. Rencana rute jalan sehatnya akan memutari desa ketitang dan sekitarnya. Star dan Finish dari SDIT Amanah.





Pembagian Kelompok Saat Kegiatan MOS

Senin, 09 November 2015







Kegiatan Menjelang Tahun Pelajaran 2015-2016 (MOS) SDIT Amanah Juwiring Klaten

Selasa, 15 September 2015

Pramuka Adalah Sebuah Wajib Militer yg Ditanam Sejak Dini





Pernah sadar nggak? kalau kita waktu dulu sekolah ikut pramuka sebenarnya sudah dilatih pendidikan militer sejak dini? Dengan dasar pelatihan disiplin yang tinggi, seragam menyerupai militer seperti baret coklat, kemeja dan celana coklat, penampilan kalian saat latihan pramuka hampir menyerupai kegiatan wajib militer negara.

Namun, kegiatan pramuka sendiri tidak terlihat seperti kegiatan wajib militer karena memang menghilangkan unsur kekerasan dan mengutamakan unsur disiplin melalui kegiatan menyenangkan. Sehingga, anak-anak dan remaja antusias dalam melakukan latihan pramuka.

Selain itu, Gerakan Pramuka terbagi jadi 4 jenjang yaitu Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Dalam setiap jenjang tersebut, terdapat beberapa tingkatan yang harus dilalui sebelum masuk ke jenjang berikutnya. Tentu unsur ini diambil dari militer juga yang biasa kita kenal dengan sebutan pangkat. So, kamu yang pernah ikut Pramuka harusnya bangga pernah menjadi bagian dari Militer Indonesia!

Makna Dibalik Lambang Tunas Kelapa Pada Gerakan Pramuka



Kamu mungkin dulu sempat bertanya-tanya atau terlintas dalam benak kalian apa arti dari lambang tunas kelapa pada seragam pramuka kalian. nah ini penjelasan nya, tunas kelapa dipilih menjadi simbol utama dalam Gerakan Pramuka Indonesia karena kelapa adalah sebuah tumbuhan yang hampir seluruh bagiannya memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia.


Mulai dari batang pohon, daun, buah hingga ke akarnya sekalipun, kelapa memiliki manfaat untuk manusia. Contohnya, batang pohon kelapa biasanya kita gunakan untuk membangun jembatan kecil dan sederhana. Selain itu buah kelapa pun banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita.


Nah, oleh karena itu, Tunas Kelapa dipilih menjadi simbol Gerakan Pramuka. Karena, Pramuka sendiri memiliki visi dan misi untuk menciptakan generasi-generasi muda yang berguna bagi bangsa dan negara, juga memiliki banyak manfaat dalam membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Siapa Penemu Pramuka sebenarnya?


Tahukah kamu bahwa Gerakan Pramuka ternyata tidak hanya ada di Indonesia. Sebelum Gerakan Pramuka berdiri di Indonesia, Gerakan Pramuka terlebih dahulu didirikan oleh Robert Baden-Powell pada tahun 1907. Powell sebelumnya adalah prajurit militer Britania Raya dan mulai mendirikan Pramuka setelah bertemu dengan William Alexander Smith yang merupakan pendiri dari Gerakan Boy’s Brigade.

Mulai sejak saat itu, Gerakan Pramuka banyak melakukan kegiatan sosial dan latihan perkemahan untuk membentuk pribadi yang kuat pada diri anak-anak pada masa itu.Dan Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau, selain menjadi Sultan Yogyakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia, dan Pahlawan Nasional Indonesia, pun dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia layak mengingat aktivitasnya di dunia kepramukaan (kepanduan) sebelum Gerakan Pramuka lahir (sebelum 1961), saat pendirian Gerakan Pramuka, maupun awal-awal perjalanan Gerakan Pramuka. Berkat pemikiran dan kebijakan yang diambilnya Gerakan Pramuka bisa menjadi seperti sekarang ini. Karenanya sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Bapak Pramuka Indonesia, Hamengkubuwana IX.

Senin, 14 September 2015

Jalan Sehat di sekitar desa Ketitang






SDIT Memperingati HUT RI ke 70.


Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 24 September 2015

Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Minggu (13/9/2014) malam menetapkan bahwa awal Dzulhijah 1436 Hijriah pada Selasa (15/9) lusa. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin saat jumpa pers di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
"Tidak ada satu pun yang bilang hilal bisa dilihat, dari Papua hingga Aceh. Tahun ini kita menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada Selasa,15 September 2015," ujar Machasin di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu malam.
Dengan demikian, pemerintah memutuskan bahwa 10 Dzulhijjah 1436 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis (24/9).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak hadir dalam konferensi pers tersebut. Menurut Machasin, Lukman sedang berada di Arab Saudi memantau korban jatuhnya crane di Masjidil Haram.
Selain pemerintah, Muhammadiyah telah memutuskan 1 Dzulhijjah 1436 H jatuh pada Senin (14/9/2015) karena hilal telah nampak berada di atas garis horizon. Pemerintah belum dapat menentukan adanya pergantian bulan jika posisi hilal belum berada di atas 2 derajat.

Seputar Pengertian Idul Adha

Seputar Pengertian Idul Adha (hari raya Kurban) merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah tahun Hijriyah. Seluruh umat Islam mengagungkan nama kebesaran Allah, takbir selama empat hari berturut-turut. Idul Adha selalu memberikan makna bagi setiap umat Islam. Bahkan dalam batas-batas tertentu memiliki makna juga bagi umat lain, karena Idul Adha memiliki misi kemanusiaan yang bersifat universal.
Seputar Pengertian Idul Adha
Seputar Pengertian Idul Adha

Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba. 

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pada hari raya idula adha, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail. 

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Hal Penting Tentang Idul Adha
  1. Melaksanakan ibadah haji. Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh ummat Islam yang mampu (istathoah), menguasai pengetahuan ibadah haji dan mampu mengamalkannya, mampu membiayai segala rangkaian ibadah haji ke Baitullah, mamiliki kesehatan fisik dan psikis untuk menunaikan segala rukun dan sunnah haji ke Baitullah, dan merasa aman dalam proses perjalanan haji. anda dapat membaca seputar pengertian ibadah haji.
  2. Berqurban merupakan ibadah yang dianjurkan kepada ummat Islam untuk melakukannya, karena ibadah qurban tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, rabbil ‘izzati, melainkan mendekatkan diri kita dengan sesama insan, terutama yang seaqidah ketika di Masjidil Haram dan di Arafah ketika wuquf.
  3. turunnya wahyu Allah swt terakhir untuk Rasulullah saw. Jika Idul Fitri diawali dengan bulan Ramadan suatu waktu yang dipilih oleh Allah swt untuk menurunkan wahyu yang pertama. Maka wahyu yang terakhir diturunkan menjelang puncak Idul Adha, saat haji wada’ Rasulullah saw pada tahun ke 10 H, yang berbunyi: Alyauma akmaltu lakum diinakum, waatmamtu ‘alaikum ni’matii waradliitu lakumul Islaama diinaa.(QS. Al-Ma’idah :3)” Artinya: "Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah aku sempurnakan nikmatku atasmu dan Aku rela Islam sebagai agama bagimu." Ayat ini sungguh menggambarkan bahwa keseluruhan ayat Al-Qur’an telah diturunkan kepada Rasulullah saw dan diyakini sudah sempurna, karena itu sudah saatnya beliau dipanggil untuk menghadap-Nya untuk selama-lamanya, ditegaskan pula bahwa Islam sebagai agama yang diridhai-Nya.

Minggu, 16 November 2014

RPP

Contoh RPP Kelas 2 bisa download di sini
http://downloads.ziddu.com/download/24193792/-1---aku-dan-sekolahku-pusatinfoguru.blogspot.com.docx.html




Senin, 25 November 2013

Foto Kegiatan

Kelas 2 Pentas Jaranan di acara khirussanah 2012/2013

Akhirussannah

Juara Lomba Kemah sejuwiring 2014

Pentas Seni Tari Aceh SDIT Amanah

Rabu, 09 Oktober 2013

SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AMANAH



A.     Pendahuluan
Sebagaimana yang telah diketahui dan disadari bersama bahwa pendidikan pada masa sekarang sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak dapat dihindari. Hal itu karena dengan pendidikan anak sebagai peserta didik dilatih untuk mempersiapkan kehidupannya di masa depan. Oleh karena itu pendidikan di masa sekarang harus mengacu pada kebutuhan peserta didik di masa yang akan datang, masa yang harus dihadapi oleh anak-anak yang sekarang menjadi peserta didik.
      Melihat hal yang demikian maka pendidikan pada saat ini harus berkualitas, seimbang dan mencakup. Kualitas pendidikan harus baik dan dapat menyiapkan anak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan zaman. Pendidikan harus seimbang antara teori dan praktek sehingga ilmu yang telah dipelajari sebagai teori diupayakan untuk dilatih sejak dini untuk dipraktekkan. Selain itu cakupan pendidikan harus menyeluruh antara pendidikan akal dan hati, sebab keduanya merupakan bekal utama setiap manusia untuk menjalani hidup dan menghadapi segala masalah kehidupan.

B.     Sejarah Singkat
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah didirikan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah atas permintaan dan dorongan dari orang tua alumni Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Amanah yang terlebih dahulu didirikan beberapa tahun sebelumnya,  para orang tua alumni Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Amanah  menghendaki anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dapat memberikan pelayanan pendidikan islami dan berkualitas baik dengan biaya terjangkau.
          Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah akhirnya berupaya  untuk memenuhi permintaan           tersebut dengan membuka lembaga pendidikan formal  tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan nama SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AMANAH. Dan kemudian membuka pendaftaran siswa baru untuk Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah yang pertama pada Tahun Ajaran 2005-2006.
          Akhirnya berkat rahmat dan pertolongan Allah SWT serta dengan dorongan para orang tua calon siswa maka upaya Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah untuk mendirikan lembaga pendidikan formal tingkat Sekolah Dasar (SD) dapat terwujud. Pada tahun pertama kegiatan belajar mengajar dilaksanakan belum semua dapat diselesaikan termasuk perizinan operasional sekolah.
          Keadaan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah di Tahun Ajaran       2005-2006 memang belum standar karena belum memiliki gedung sendiri dan masih menumpang di gedung Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Amanah yang berada di Dusun Troditan, Kelurahan Ketitang, Kecamatan Juwiring. Jumlah siswa tahun pertama adalah 11 (sebelas) anak dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 6 (enam) orang.
            Pada tahun ajaran 2006-2007 yang merupakan tahun kedua bagi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah memindahkan lokasi belajar siswa Sekolah Dasar Islam Terpadj (SDIT) Amanah ke  gedung bekas SD Negeri 3 Bolopleret dengan status menyewa kepada Pemerintah Desa Bolopleret. Pemindahan lokasi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi siswa karena adanya penambahan jumlah siswa di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Amanah maupun di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah. Jumlah siswa pada tahun ini sebanyak 33 anak dengan tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 6 orang.
          Pada tahun ajaran 2007-2008 sampai tahun ajaran 2009-2010 kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah masih dilakukan di gedung milik pemerintah desa dengan jumlah siswa yang terus bertambah dari tahun ke tahun  sesuai dengan kepercayaan masyarakat, dari 50 anak dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 10 orang, pada tahun ajaran 2007-2008 menjadi 76 anak dengan tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 13 orang, pada tahun ajaran 2008-2009, dan jumlah siswa 107 anak dengan tenaga pendidik dan pendidikan sebanyak 18 orang, pada tahun ajaran 2009-2010.
          Pada Tahun Ajaran 2010-2011 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah memulai babak baru, bersamaan dengan bantuan pemerintah melalui program DAK yang diterima Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah Yayasan Baitul Maal Amanah membangun gedung baru di atas tanah seluas 1000 M2 hasil wakaf dari masyarakat Bendo dan sekitarnya untuk memindahkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Mulai tahun ajaran inilah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah menempati gedung baru milik sendiri. Pada tahun ajaran ini jumlah siswa kelas I sampai VI menjadi 140 anak dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 18 orang.
          Dengan kerja keras segenap guru dan staf Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah dan perhatian yang besar dari Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah serta pertolongan Allah SWT perkembangan lembaga pendidikan ini menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun ajaran 2011-2012 jumlah siswa menjadi 146 anak dengan tenaga pendidik dan kependidikan 21 orang. Jumlah siswa ini menjadi 137 anak dengan tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 18 orang di tahun ajaran 2012-2013.
          Pada tahun ajaran 2013-2014 Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah melalui Pengurus Harian meningkatkan pembangunan fisik dan perbaikan system internal sehingga jumlah siswa menjadi 154 anak dengan tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 20 orang. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah bersama Yayasan Baitul Maal Amanah akan selalu berusaha meningkatkan pelayanan pendidikan sehingga tujuan dari pendirian lembaga pendidikan ini dapat terwujud.

C.      Badan Pendiri
     Yayasan Baitul Maal (YBM) Amanah dengan No. Akte : H. Mohammad Imron, SH, M.Kn No.17 Tanggal 14-8-2006, SK Menteri Hukum dan Ham C-1960 HT. 01.01 Tahun 2006 yang berkedudukan di Dusun  Kalangan Desa Ketitang Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah.

D.    Dasar Pemikiran
      Dan hendaklah kamu takut kepada Allah orang-arang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. An Nisa :9)

E.      Visi
            Membangun Generasi Islami, Ilmiah, Mandiri dan Kreatif.

F.       Misi
1.    Menyiapkan generasi unggul dalam IMTAQ dan 1PTEK.
2.    Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif dan inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.
3.    Membangun citra sekolah sebagai mitra terpercaya masyarakat dalam pendidikan.

G.     Tujuan
1.    Membentuk siswa menjadi anak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah.
2.    Membentuk siswa menjadi pribadi yang berakhlaq mulia.
3.    Mendorong siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dasar.
4.    Membantu siswa untuk mengenal dan mencintai agama, bangsa dan negara.
5.    Membangun diri siswa menjadi kreatif, terampil dan gemar bekerja keras untuk dapat mengembangkan diri secara terus menerus.

H.    Kurikulum dan Mata Pelajaran
         Kurikulum baku yang dipakai adalah Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dikembangkan dengan tambahan ilmu-ilmu keagamaan, informasi, tehnologi dan ketrampilan.

KOMPONEN
KELAS DAN ALOKASI WAKTU
I
II
III
IV
V
VI
A
Mata Pelajaran Pokok
1
Pendidikan Agama Islam
3
3
3
3
3
3
2
Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
3
2
2
3
Bahasa Indonesia
6
6
6
6
6
6
4
Matematika
7
7
7
6
6
7
5
Ilmu Pengetahuan Alam
3
3
3
3
3
3
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
2
2
2
2
2
2
7
Seni Budaya dan Ketrampilan
2
2
2
2
3
2
8
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
2
2
2
2
2
2
B
Muatan Lokal
1
Bahasa Daerah
2
2
2
2
2
2
2
Bahasa Inggris
-
-
-
3
3
3
3
Seni Suara Daerah
-
-
2
2
2
2
C
Ciri Khusus
1
Bahasa Arab
2
2
2
2
2
2
2
Bahasa Inggris
3
3
3
-
-
-
3
Tahfidzul Qur’an
2
3
2
2
2
2
4
Qiroatul Qur’an
4
4
3
3
3
3
5
Hadits dan Doa
2
2
2
2
2
2
D
Pengembangan Diri
1
Komputer
2
2
2
2
2
2
2
Sempoa
2
2
2
2
2
2

   JUMLAH
47
47
47
47
47
47


I.          Kegiatan Tambahan
No
Nama Kegiatan
Waktu
Hari
1
Les
14.30 – 16.00
Senin, Selasa, Rabu
2
Tari kelompok A
14.30 – 16.00
Selasa
3
Tari kelompok B
14.30 – 16.00
Rabu
4
Beladiri
15.30 – 17.00
Kamis
5
Tari kelompok C
13.30 – 15.00
Jum’at
6
Pramuka
13.30 – 15.30
Sabtu

J.       Data Personalia Tahun Ajaran  2013-2014
No
NAMA
JABATAN
1.
Bendung Suwanandra, S.Ag
Kepala  Sekolah
2.
Gati Purnaningsih. SE
Bendahara
3.
Sri Wahyuni, S.HI
Guru Kelas Ia
4.
Retna Setiyaningsih, SE
Guru Kelas Ib
5.
Sri Watiningsih
Guru Kelas II
6.
Rosdiana, S.Pd.I
Guru Kelas III
7.
Salimah, S.Pd
Guru Kelas IVa
8.
Aksani Taqwin,S.Pd
Guru Kelas IVb
9.
Sri Endang Kusrini, S.Pd
Guru Kelas V
10.
Yusuf Abdul Hamid,S.Pd.I
Guru Kelas VI
11.
Agung Sugyanto
Guru Mapel
12.
Hayin Kurniyati, S.Ag
Guru Mapel
13.
Riska Kusumawati
Guru Mapel
14.
Gunawan Wibisono
Guru Mapel
15.
Yahya Ibadu Rahman
Guru Mapel
16.
Lantipto
Guru Mapel
17.
Supriyanto
Administratur
18
Lintang Pertiwi
Guru Mapel
19
Thoifatulloh Ulil Chasanah
Guru Mapel
20
Sucipto
Penjaga Malam

K.     Logo
      Gambar dan penjelasan logo Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Amanah ;
1.      Lingkaran menunjukkan batas kehidupan manusia dalam waktu dan tempat.
2.   Warna gelap dan terang dalam lingkaran adalah realita kehidupan manusia yang jelas batasnya, warna gelap mewakili segala yang negatif dan warna terang mewakili segala yang positif. 
3.      Gambar masjid melambangkan ajaran agama islam.
4.      Gambar buku melambangkan ilmu pengetahuan.
5.    Tulisan SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AMAN AH di luar lingkaran menggambarkan harapan dan usaha lembaga pendidikan dalam memperikan pengaruh kepada dunia melalui peserta didiknya, THINK GLOBALLY ACT LOCALLY. 



Secara menyeluruh logo SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AMANAH mempunyai arti bahwa kehidupan  manusia di dunia berbatas waktu dan tempat. Dan realita kehidupan dunia selalu menghadapkan manusia pada dua pilihan antara benar dan salah atau baik dan buruk, untuk dapat menetapkan pilihan yang tepat dalam kehidupannya maka manusia harus mendasarkan pilihannya pada  ajaran agama islam yang sempurna dan mencakup serta tidak ada keraguan pada kebenaran sumbernya.Dan agar manusia mengetahui ajaran agama islam maka manusia harus terus menerus melakukan usaha dalam memperdalam ilmu, menambah pengetahuan dan meluaskan wawasan. Dan pada akhirnya lembaga pendidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Amanah berharap dengan upaya pendidikan yang dilakuknnya dapat membentuk peserta didik menjadi pribadi yang gemar membaca untuk menguasai ilmu sehingga dapat memahami kebenaran ajaran agama islam yang selanjutnya dijadikan pedoman dalam menjalani hidup di dunia, sehingga mereka dapat menjadi INSAN KAMIL yang dapat member pengaruh baik kepada kehidupan dunia sepanjang zaman.