Senin, 09 November 2015







Kegiatan Menjelang Tahun Pelajaran 2015-2016 (MOS) SDIT Amanah Juwiring Klaten

Selasa, 15 September 2015

Pramuka Adalah Sebuah Wajib Militer yg Ditanam Sejak Dini





Pernah sadar nggak? kalau kita waktu dulu sekolah ikut pramuka sebenarnya sudah dilatih pendidikan militer sejak dini? Dengan dasar pelatihan disiplin yang tinggi, seragam menyerupai militer seperti baret coklat, kemeja dan celana coklat, penampilan kalian saat latihan pramuka hampir menyerupai kegiatan wajib militer negara.

Namun, kegiatan pramuka sendiri tidak terlihat seperti kegiatan wajib militer karena memang menghilangkan unsur kekerasan dan mengutamakan unsur disiplin melalui kegiatan menyenangkan. Sehingga, anak-anak dan remaja antusias dalam melakukan latihan pramuka.

Selain itu, Gerakan Pramuka terbagi jadi 4 jenjang yaitu Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Dalam setiap jenjang tersebut, terdapat beberapa tingkatan yang harus dilalui sebelum masuk ke jenjang berikutnya. Tentu unsur ini diambil dari militer juga yang biasa kita kenal dengan sebutan pangkat. So, kamu yang pernah ikut Pramuka harusnya bangga pernah menjadi bagian dari Militer Indonesia!

Makna Dibalik Lambang Tunas Kelapa Pada Gerakan Pramuka



Kamu mungkin dulu sempat bertanya-tanya atau terlintas dalam benak kalian apa arti dari lambang tunas kelapa pada seragam pramuka kalian. nah ini penjelasan nya, tunas kelapa dipilih menjadi simbol utama dalam Gerakan Pramuka Indonesia karena kelapa adalah sebuah tumbuhan yang hampir seluruh bagiannya memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia.


Mulai dari batang pohon, daun, buah hingga ke akarnya sekalipun, kelapa memiliki manfaat untuk manusia. Contohnya, batang pohon kelapa biasanya kita gunakan untuk membangun jembatan kecil dan sederhana. Selain itu buah kelapa pun banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita.


Nah, oleh karena itu, Tunas Kelapa dipilih menjadi simbol Gerakan Pramuka. Karena, Pramuka sendiri memiliki visi dan misi untuk menciptakan generasi-generasi muda yang berguna bagi bangsa dan negara, juga memiliki banyak manfaat dalam membangun Bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Siapa Penemu Pramuka sebenarnya?


Tahukah kamu bahwa Gerakan Pramuka ternyata tidak hanya ada di Indonesia. Sebelum Gerakan Pramuka berdiri di Indonesia, Gerakan Pramuka terlebih dahulu didirikan oleh Robert Baden-Powell pada tahun 1907. Powell sebelumnya adalah prajurit militer Britania Raya dan mulai mendirikan Pramuka setelah bertemu dengan William Alexander Smith yang merupakan pendiri dari Gerakan Boy’s Brigade.

Mulai sejak saat itu, Gerakan Pramuka banyak melakukan kegiatan sosial dan latihan perkemahan untuk membentuk pribadi yang kuat pada diri anak-anak pada masa itu.Dan Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Beliau, selain menjadi Sultan Yogyakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia, dan Pahlawan Nasional Indonesia, pun dinobatkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia layak mengingat aktivitasnya di dunia kepramukaan (kepanduan) sebelum Gerakan Pramuka lahir (sebelum 1961), saat pendirian Gerakan Pramuka, maupun awal-awal perjalanan Gerakan Pramuka. Berkat pemikiran dan kebijakan yang diambilnya Gerakan Pramuka bisa menjadi seperti sekarang ini. Karenanya sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Bapak Pramuka Indonesia, Hamengkubuwana IX.

Senin, 14 September 2015

Jalan Sehat di sekitar desa Ketitang






SDIT Memperingati HUT RI ke 70.


Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 24 September 2015

Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Minggu (13/9/2014) malam menetapkan bahwa awal Dzulhijah 1436 Hijriah pada Selasa (15/9) lusa. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin saat jumpa pers di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
"Tidak ada satu pun yang bilang hilal bisa dilihat, dari Papua hingga Aceh. Tahun ini kita menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada Selasa,15 September 2015," ujar Machasin di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu malam.
Dengan demikian, pemerintah memutuskan bahwa 10 Dzulhijjah 1436 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis (24/9).
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak hadir dalam konferensi pers tersebut. Menurut Machasin, Lukman sedang berada di Arab Saudi memantau korban jatuhnya crane di Masjidil Haram.
Selain pemerintah, Muhammadiyah telah memutuskan 1 Dzulhijjah 1436 H jatuh pada Senin (14/9/2015) karena hilal telah nampak berada di atas garis horizon. Pemerintah belum dapat menentukan adanya pergantian bulan jika posisi hilal belum berada di atas 2 derajat.